YunJae Love2.

YunJae Love2.

Kamis, 15 Maret 2012

YunJae/Yaoi/Love And Dream/NC 17-21/ Part 1

Title : Love And Dream
Part : 1 ( satu )
Rate : NC 17-21
Cast : YunJae
Other : Kim Hyun Joong, Kim Junsu, Shim Changmin, Lee Taemin.
Author : Syifa SyarifahYunJaeshippercassielf


Anyeong haseyo ^^
Author datang lagi dengan FF barunya. Mian yah lama menunggu. Kali ini Author membuat cerita tentang dunia malam. Dan untuk para readers maaf kalau FFku jelek dan gak masuk akal. Untuk cerita kali ini Readers jangan marah yah jika idolanya berkarakter seperti ini. Ini hanya karanganku saja.
Jika ada kesalahan kata dan ada kata-kata kasar. Mohon dimaafkan karenaAuthor bermaksud untuk menyesuaikan isi cerita tersebut. Mohon Like and komennya yah.
Yang nggak suka tolong Jujur, Author bakal nggak ngelanjutin lagi. oke. Sekian and gomawo atas pengertiannya. ^^


_Author_

Di Seoul terdapat sebuah tempat yang bebas dan dapat menghancurkan moral manusia dan Negara. Kota yang dapat di datangi beratus kaum Namja yang ingin mendapatkan kepuasan dan menghibur kaum-kaum Namja yang haus dengan Sex. Tempat itu adalah tempat dimana para Bisex atau Homo Sex ingin mendapatkan sebuah kepuasan.
Disebuah rumah pelacur Mirotic ada seorang pelacur profesional nomor satu yang dapat memuaskan seluruh tamunya. Dan dia dapat menjatuhkan tamunya hanya dengan menjual tampang cantik, wajah yang bagaikan seperti Yeoja dan bagaikan bidadari. Kulit putih, tubuh yang ramping, bibir cherry yang menggoda, dan mata yang bulat dapat memikat seluruh tamu jatuh kepelukkannya. Selain itu dia pandai memuaskan tamunya, dia pelacur nomor satu yaitu Kim Jae Joong sang penakluk.
“Ahh…ahhh….”
“Oohh….hebat…hmm..enak.. bagus Jae..”
“Shh..ah..Apa kau suka Hyun Joong-sii?” ucap Namja yang bernama Jae Joong sambil mengeluar masukkan penis Hyun Joong didalam Holenya dengan gerakkan yang erotis.
“Ahhh…aku suka. Uhhh..Jae saranghae. Ohh… jangan peluk namja lain ya. Jadilah kekasihku saja…” ucap Kim Hyun Joong yang sudah melayang akibat service Jae Joong yang memabukkan.
“hmm..kalau gitu beli dan bebaskan aku” ucap Jae Joong
“Eh!?” pekik Hyun Joong yang terkejut dengan perkataan Jae Joong dan ia melanjutkan. “Ber..berarti pakai uangku ya? Kalau itu sih…”
“Kalau tidak bisa. Tidak usah bicara. Tetapi…aku yang berharga ratusan juta, bisa kau bebaskan dengan puluhan ribu Won untuk semalam. Aku akan sangat berterima kasih.” Ucap Jae Joong.

_Kim Joong Pov_

Namaku Kim Jae Joong namja berusia 25 tahun bekerja sebagai pelacur dirumah Mirotic ini. Semua pelacur dirumah ini memanggilku sang penakluk atau si pelacur profesional nomor satu ditempat ini. Sudah jelas aku menjadi profesional ditempat ini, itu karena Aku bekerja disini sejak kecil. Ya..dimana orang tuaku telah menjualku hanya karena uang. Keluargaku sangat miskin, ummaku sudah tidak sanggup merawatku karena bertambahnya kebutuhan yang harus dikeluarkan karena merawatku, itu alasannya mereka menjualku.
“Jae Joong hyung.. apa tidak masalah kau berbicara begitu kepelangganmu yang bernama Kim Hyun Joong-sii? Heechul mendengarnya lho..” ucap teman kerja Jae Joong yaitu Kim Junsu.
“Tenang saja. Aku sudah beri Hyun Joong-sii service terakhir yang spesial sebelum pulang kok.” Ucap Jae Joong dengan santainya.
“Jae Joong hyung benar-benar profesional ya.. padahal semua namja di rumah pelacuran ini merasa enggan melayani saat di jual.” Ucap Junsu.
“Maksudmu aku senang menjual tubuhku?” sahut Jae Joong yang jengkel.
“Bukan itu maksudku. Kamu salah paham!” teriak Junsu.
“…Aku juga tidak suka. Tapi suka atau tidak, kita harus tetap melakukannya karena ini adalah kewajiban dan kita tidak bisa lepas dari tempat ini. Walau harus mati.” Ucap Jae Joong.
“…Jae..” gumam Junsu.
Seoul tahun 20xx..
Dulu seorang bangsawan membuat kesejahteraan baru dengan pemerintahan, tempat dibawah peraturan pemerintah yang bebas untuk menyuci Negara yang damai. Dengan pemikiran, kalau kekacauan moral diatur dan dikumpulkan di tempat ini.
Dari berbagai generasi, tempat ini tidak berubah dan semakin orang mengetahui tempat ini. mereka semua yang datang ketempat ini ber pura-pura tidak melihat dan membisu untuk membantu meningkatkan bisnis pemerintahan. Kami adalah anjing pemerintah yang dapat memuaskan kesejahteraan Negara.
Namja maupun Yeoja yang bekerja di pemerintahan dapat di gaji tinggi dan sesuai dengan kemampuan mereka. Di lain pihak banyak keluarga miskin yang menjual anaknya hanya untuk kebutuhan sehari-hari.
Tetapi…
Untuk melindungi rahasia bocornya tempat ini dari generasi ke generasi dan orang kaya. Orang yang telah terjual sekali ditempat ini tidak bisa keluar untuk kedua kalinya.
Hanya ada satu syarat yang dapat membebaskan pelacur sepertiku. Yaitu harga kebebasan seratus juta won, syarat yang tidak mungkin bisa dilakukan untuk orang miskin sepertiku. Jika ada yang mau membeliku, itu pun mustahil. Siapa yang mau bayar semahal itu untuk seorang pelacur? Tapi apa aku bisa bebas? Walau begitu aku akan menunggu hari kebebasanku.
Sekali bisa keluar dari sini saat mati saja. sekali terbebas pun, bekas luka yang tak bisa disembuhkan menjadi seorang pelacur pun, tetap ada dan tak pernah hilang untuk selamanya.
Tapi aku tidak sudi mati ditempat ini dan masih menjadi pelacur. Aku akan tetap hidup. Hidup dan keluar dari kota ini.
Hari itu, di sebuah taman. Aku telah bersumpah pada seorang namja. Bahwa aku tidak akan kalah pada kota ini..
“Hei..Jae..Jae Joong hyung. Lihat itu. orang itu keren dan tampan sekali…” ucap Junsu sambil menarik-narik pergelangan tanganku.
“Suie. Apa kau bisa diam sedikit? Dan orang mana yang kau sebut keren dan tampan, hah?” omel aku
“Lihat di sana. Pelanggan yang diperebutkan dua orang itu…” ucap Junsu.
“uwaa…keren. Namja tampan.” Ucap aku yang terpesona.
“benarkan, bodynya juga oke. Wajahnya benar-benar maskulin.” Ucap Junsu.
Kenapa cowok setampan dia ada disini? Bisex? Bukan ya? Lagi pula tampaknya dia tidak tenang. Namja itu adalah tamu setia kami yang setiap malam datang ketempat ini. Tapi aku tidak pernah melihatnya karena setiap dia datang aku sedang melayani tamuku. Kalau tidak salah nama namja itu bernama Jung Yunho.
“merepotkan. Kalau begitu kalian berdua bersama-sama jadi pasanganku.” Ucap namja tampan itu pada kedua temanku yaitu Sungmin dan Kyuhyun yang sedari tadi memperebutkan namja tampan itu
“Hebat.. namja tampan memang hebat.” Ucap Junsu.
“tapi, aku pernah sekali jadi pasangan Jung Yunho-sii lho.” Ucap salah seorang namja imut bernama TaeMin. “tidak cocok dengan sosoknya yang terlihat tenang itu. seksnya keras banget. Kayak binatang buas yang kelaparan. Enak sih, tapi bagi aku terlalu keras.”
“gimana nih. Aku ingin jadi pasangannya.” Ucap Junsu.
“Hei, Jae Hyung, gimana kalau berikutnya Yunho-sii minta kau?” ucap Taemin.
“Biasa saja.. kalau tamu datang aku akan jadi pasangannya secara professional.” Ucap aku dengan santainya.
“keren…Jae joong hyung memang keren.” Ucap Taemin.
“memang nomor satu, sih.” Ucap Junsu.
Ya..
Meski tubuhku tenggelam dikota dan dirumah ini. Perasaanku tidak boleh tenggelam. Aku masih ingat hari itu. hari dimana orang itu memberiku semangat dan sebuah kekuatan untuk menjalani hidup ini. kenangan yang masih putih seperti salju dan tidak terkena noda sedikitpun tidak boleh ikut ternodai, akan kujaga baik-baik hari itu.

@Flash back :

15 tahun yang lalu.

Di sebuah tempat kampung halamanku. Hari itu salju turun banyak sekali. Taman yang menjadi tempat favoritku kini telah tertutup oleh tumpukkan salju.
_Author Pov_

Cuaca yang sedang dingin terdapat seorang anak laki-laki yang cantik sedang menangis disebuah ayunan. Ia menangis tersedu-sedu.
“Hei, kenapa menangis?” sapa seorang anak laki-laki yang tampan menghampiri Jae Joong sambil menghapus air mata yang jatuh di pipi merah Jae Joong.
“Hari ini aku akan dibawa ke Seoul. Aku tidak mau. Aku tidak ingin pergi, aku ingin bersama keluargaku.” Ucap Jae Joong yang tangisannya semakin pecah.
“Sudah jangan nangis begitu dong. Wajah manismu jadi nggak kelihatan, kan? Kamu jadi makin cantik jika tersenyum. ayo senyum…” ucap anak laki-laki itu yang mengusap-usap pipi Jae Joong.
“Mana mungkin Joongie bisa senyum disaat begini. Joongie nggak bakal bisa ketempat ini lagi dan nggak bisa ketemu kelauga Joongie lagi. disana Joongie bakal sendirian…huaaaa…takut” ucap Jae Joong.
“Tenang. Jika saatnya tiba aku akan menjemputmu dan kamu nggak akan sendirian lagi. Aku akan berjanji. Tapi, kamu jangan nangis lagi, ya?” ucap anak laki-laki itu.
“Ne..gomawo. Joongie pergi dulu, ya. Sudah waktunya Joongie pergi. Saat kita sudah besar kamu jemput aku, ya.” Ucap Jae Joong yang tersenyum lebar.
“Ne. aku Janji. Cheonmaneyo Joongie…Good Bye..” ucap anak laki-laki itu yang melambaikan tangannya.

@End Flash back :

_Kim Jae Joong Pov_

Hari itu.. Anak laki-laki itu ada disampingku yang terus menangis. Anak yang aku nggak tahu namanya, apa dia baik-baik saja?
Bisa-bisanya aku menunggu janji itu tanpa mengetahui namanya. Apa dia benar-benar akan menjemputku? Lima belas tahun telah berlalu. Seiringnya dengan waktu, wajah dan tinggi badan seseorang akan berubah. Begitu pun dengan kenangan dan janji itu, dia pasti akan melupakkannya Karena ingatan manusia mudah dapat hilang dengan seiringnya waktu yang berjalan.
Meski begitu, aku adalah orang yang tidak bisa melupakkan masa lalu yang begitu indah. Akan kujaga baik-baik kenangan hari itu. meski tubuhku telah kotor perasaanku tetap seperti itu. seputih salju yang turun dihari itu. tetap nggak tenggelam.
“Ahhh…uhh…changmin-sii…”
“Ohh..kau hebat Jae…ahh..Saranghae…”
“Gomawo..Changmin-sii akan datang lagi, kan?” ucap aku.
“Aku akan datang lagi Jae Joongie..” ucap namja yang bernama Shim Changmin
“Pasti ya Changmin-sii..” sahut aku yang mengedipkan pupye eyes andalanku. “aku..nggak mau lagi dengan yang lain selain Changmin-sii. Apa boleh buat ini pekerjaan, sih.”
“Aigho. Kau cantik sekali. Aku mengerti chagy. Besok aku akan datang lagi. tenang saja.” ucap Changmin yang memelukku dengan erat.
“Jheongmal? Senangnya! Tapi jangan memaksakan diri.” Ucap aku.
“Sama sekali nggak, kok. Demi ketemu Jae Joong aku rela, kok. Aku pergi dulu, ya.” Ucap Changmin yang mengecup pipiku.
“Oke. Good Job Kim Jae Joong.” Ucap aku.
“Jae Joong hyung, apa nggak berlebihan?” ucap Junsu.
“Nggak apa-apa, tamu itukan membayar supaya perasaannya jadi enak. Aku harus menyenangkan pelanggan, jadi karakter yang dia sukainya.” Ucap aku.
“Nggak bisa semudah itu.” ucap Junsu
“Bisa, harus profesionalkan” ucap aku.
“Huh, namja cantik yang membosankan.” Sahut seseorang.
“Eh?!”
Diakan? Jung Yunho. kenapa dia ada disini? Bukannya dia sedang bersenang-senang? Tapi apa maksud orang ini. Kenapa dia berbicara begitu?
“Kau nomor satu ditempat ini? Apa bagusnya? Tampangmu sih memang cantik. Cuma itu saja, kan?” ucapnya yang membuatku geram dan ingin memukulnya.
“Ya! Apa yang kau tahu? padahal nggak pernah jadi pasanganku.”
“Dengan melihat aku sudah tahu. lagi pula aku nggak terpikir sedikitpun untuk memelukmu. Masih lebih baik memeluk boneka.” Ucapnya yang semakin membuatku jengkel.
“Dengar ya Jung Yunho yang terhomat. Aku juga tidak sudi melayani orang sepertimu, aku akan menolak tamu semacam kau!” teriak aku yang meninggalkannya.
Sial, sebaiknya aku kekamar saja untuk istirahat. Meladeni orang gila seperti dia membuatku lelah sendiri. Sungguh! Aku tidak paham dengan orang semacam dia. Apa maunya? Kenapa dia berbicara begitu padaku? kenapa dia sok tahu? benar, apa yang dia tahu tentang aku? dia tidak akan tahu.
Setiap malam terkadang sehari berkali-kali dipeluk namja yang berbeda-beda. Seharusnya aku nggak mengatakannya, aku mesti bersabar. Meski tamu yang menyebalkan, harus diterima. Kalau aku memasukkan perasaanku bisa hancur dalam sekejap. Perasaanku kutinggal dihari itu saat ditaman, nggak akan terkotori oleh siapapun. Nggak akan.

***


Hari ini namja bernama Jung Yunho telah memilih pasangan yang berbeda lagi. kali ini dia memilih Junsu sebagai pasangannya untuk malam ini. Yah, hampir semua dari para pelacur dirumah ini sudah dibeli olehnya. Hanya aku saja yang belum dipilih olehnya.
Apa maksudnya? Kenapa Cuma aku? sialan kau Jung Yunho. aku akan benar-benar cuek padamu. Huh, coba saja saja pilih aku. aku akan menolak. Lagipula aku sudah janji dengan Changmin-sii. Yah, nggak masalah juga nggak pernah menjadi pasangannya. Aku nggak rugi juga.
Saat ingin berbalik dan pergi menuju kamarku sesosok tangan telah menghentikanku. Dan dia adalah Jung Yunho. mau apa dia?
“Kau nggak pernah benar-benar jatuh cinta, kan?” ucapnya.
Deg!
Orang ini…. Apa maunya? Senyum yang terlihat puas saat dia mengatakan hal itu padaku membuatku jengkel. Sebaiknya aku pergi dan melayani tamuku.
Kau nggak pernah benar-benar jatuh cintakan?
Sebelum kau berkata begitu denganku. Kalau begitu, bagaimana dengan kau? Setiap hari membeli namja yang berbeda-beda. Maksudku kau jatuh cinta pada semua namja itu? seperti apa dia memeluk pasangannya? Sial kenapa aku jadi ingin tahu.
“Jae Joongie.. aku datang…” ucap Changmin yang memelukku dari belakang sambil mengecup telingaku.
“Ahh…. Gomawo sudah mau datang Changmin-sii”
“Aku akan datang berapa kali demi Joongie. jadi berikan yang terbaik malam ini untukku chagy.” Ucapnya sambil mengelus-elus penisku.
“oohh....Changmin-sii..ahhh…sebaiknya anda menunggu dikamar saya. saya ingin kekamar mandi dulu.” Ucap aku.
“Oke. Aku tunggu manis.”
Ada sesuatu yang membuatku penasaran. Kulangkahkan kakiku kekamar Yunho berada. Suara desahan-desahan nikmat mulai terdengar. Suara yang terdengar nikmat. Seperti apa dia melakukannya?
Sial, kenapa aku kesini. Aku ngapain sih? Lagi kerja, mengabaikan tamu. Tapi, aku ingin tahu. gimana caranya.
“oouuhh….ahh..Yunho-sii…”
“ooohh…”
“Ahhh…Yunho-sii…sudah..ah..aku mau mati…ahh..mau mati..”
“belum..belum cukup…” ucap Yunho yang mengeluar masukkan penisnya semakin cepat dan brutal tanpa perasaan.
Deg..
pantas semua namja dirumah ini memperebutkannya. Hebat sekali..seperti kelaparan. Inikah sosok Jung Yunho saat melakukan seks? Wajah yang terlihat tenang akan tetapi begitu menakutkan saat melakukannya. Tapi..meski keras, tapi perhatian. Gimana ya? Kalau dicintai seperti ini. Seperti apa ya?
Eh!?
Dia melihatku. Bagaimana ini? Dia tersenyum lebar. Senyum yang terlihat meremehkan. Segera kutinggalkan kamar itu dan berlari sekencang mungkin. Sial, aku ketahuan mengintip.
Betapa bodohnya aku. matanya menyadari keberadaanku. Dia bisa meledek dan menertawakanku. Brengsek! Saat menaiki tangga tiba-tiba kakiku tergelincir.
“Nggak, Ahhhhhkkk!?” teriak aku.
Aku yang terjatuh diatas kolam membuat semua orang melihatku. Huh, sebal. Kenapa jadi begini.. kenapa aku jadi kacau gara-gara dia.
“uhh…menyebalkan…” gumam aku.
“Kau nggak apa-apa?” ucap seseorang yang membangunkanku dari belakang.
“Ah. Goma..Eh?” ucap aku yang terkejut saat menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang menolongku. Ternyata dia, Jung Yunho. kenapa mesti dia yang datang? Uh, aku jadi semakin malu..
“Lepaskan!! Jangan sentuh..” teriak aku.
“Tunggu! Kau terluka.” Ucapnya yang berusaha mencegahku.
“Cuma luka begini..dijilat juga sembuh.” Sahut aku yang segera pergi akan tetapi sesosok tangan telah mencegahku dan tanganku yang terluka diangkat olehnya.
“Apa?”
Tanpa menjawab pertanyaanku. Ia menjilat lukaku yang berada di pergelangan tanganku. Lidahnya terasa hangat…Tungguu?
“Dijilat bisa sembuhkan?” ucapnya yang tersenyum ramah padaku.
“Uh…” orang ini… menyebalkan..kenapa aku jadi seperti ini terhadapnya, ya?
“Hei.. ngapain kau? Jae Joong, kau… ngapain berduaan dengan namja lain..?” teriak Changmin yang melihatku bersama Yunho.
“Changmin-sii…?” gumam aku yang terkejut melihat Changmin marah padaku.
“Yang membelimu aku kan? Dasar pelacur Bodohhh…” teriak Changmin tangannya sudah terangkat tinggi dan siap memukulku.
“Kyaaaa…..” pekik aku. “Eh?”
Kenapa tidak terasa apa-apa? Eh?
Yunho?
Dia menolongku lagi. ia menghentikan tangan Changmin yang ingin memukulku. Kenapa? Kenapa dia peduli padaku?
“Mau apa kau? Kalau kau ingin namja cantik ini, coba lawan aku.” sahut Changmin yang menantang.
“Dengar ya…” ucap Yunho sambil tersenyum yang berbeda dari biasanya. “aku ini kuat lho!”
“Bo..kau ini sangat bodoh! Pelacur kau jadikan serius?” ucap Changmin dengan sinisnya.
“Akan kulakukan untuk namja seperti dia! Paling nggak, dia pelacur yang hanya sedikit ternoda.” Ucap Yunho.
Kenapa? Kenapa aku? hatiku jadi terasa sakit. Padahal berapa kalipun bercinta atau dibisikan kata ‘saranghae’ atau ‘aku suka kau’. Apa dikota ini semuanya palsu? Kenapa aku jadi terluka? Kenapa nafasku jadi sesak? Entah sejak kapan, air mataku telah membasahi pipiku.
“Jung Yunho-sii! Gimana ini? Aku jadi kesulitan, mengganggu bisnis!” omel Heechul.
Yunho yang hanya diam membisu tiba-tiba ia melemparkan uang keatas. Uang yang berterbangan dan tak terhitung jumlahnya, aku yakin itu jutaan, bukan pasti ratusan.
“Mianhe. Heechul-sii. Mulai sekarang namja cantik ini milikku. Arraseo?” ucapnya yang tiba-tiba menggendongku
“Ehh?? Ehh?? Heii.. tun..tunggu….kamarmu dilantai ataskan?” ucap aku yang terkejut.
Aku tak menyangka aku telah dibeli orang ini dan aku bebas dari seorang pelacur. Apa ini mimpi? Apa aku sedang bermimpi? Aku benar-benar tak menyangka ada yang membeli seorang pelacur sepertiku. Betapa bahagianya aku sekarang.. kenapa aku jadi sesenang ini? Jangan nangis Kim Jae Joong. Ini bukan saatnya nangis kau sudah dibeli olehnya. Jadi buat dia bahagia tunjukkan kalau aku seorang professional.
Eh? Kamarnya masih berantakkan. Tunggu? Kenapa wajahku jadi memerah? Eh, kenapa aku mesti gugup? akukan pelacur.
“Lepaskan” ucap Yunho yang sudah memegang pakaianku.
“Eh?” tiba-tiba tangan Yunho sudah merobek pakaianku. Betapa ganasnya dia. Kenapa aku jadi gugup begini sih? Tapi kenapa dia tiba-tiba membuka pakaianku dengan kasar sih?
Ah.. dia telah membeliku jadi dia bebas melakukan apa pun dengan tubuhku ini. Aku tak pantas berkomentar. Dan aku akan segera dipeluk orang ini.
Apa? Kenapa dia tidur? Kenapa dia tidak melakukan apapun padaku?
“eng..anu..”
“cepat pakai baju.kau bisa kena flu tau.” Ucapnya.
“Hei..kau sudah membeliku,kan?” ucap aku.
“Ya.maka dari itu aku bebas melakukan apapun, kan?” jawabnya. “memelukmu adalah hal yang mudah.tapi aku menginginkan perasaanmu bukan boneka, aku ingin memelukmu seperti sepasang kekasih.” Ucapnya yang menyentuh pipiku.
Tangan besar yang dingin tetapi hangat… orang ini benar-benar hangat…
“Pe..perasaanku sudah kutinggalkan disuatu tempat…” sahut aku.
“Oh ya? Setidaknya kau yang tadi menangis. Aku rasa bukan boneka. Aku mau tidur kau juga tidurlah.” Ucapnya.
Orang yang aneh. Menginginkan perasaan dari seorang pelacur sepertiku. Setiap hari aku telah dipeluk oleh namja dengan jumlah tak terhitung. Perasaan hanya akan mengganggu. Kalau serius perasaanmu akan tenggelam dan akan menjadi menderita. Tapi kenapa? Kenapa orang ini merasa ingin dipeluk dengan perasaan?
Kucium bibirnya yang tebal dengan lembut dan segera kubaringkan tubuhku disebelahnya sambil memeluknya dengan erat. Hangat…aku ingin terus tertidur seperti ini sampai kapanpun dan aku ingin selalu disampingnya. Kenapa aku jadi mengingat hari itu?
Walau kau tidak menjemputku, aku telah bebas dengan orang ini…

_To Be Countinue_

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar